Cahaya Tahajud: Jalan Tadabur dan Muhasabah Menuju Hati yang Jernih
Cahaya Tahajud: Jalan Tadabur dan Muhasabah Menuju Hati yang Jernih Di sepi malam, aku menapak sunyi, Menyusuri bait-bait doa yang tak bersuara, Tahajudku meniti tangga cahaya, Membelah gelap, menyingkap kelam jiwa. Di setiap rakaat, hati ku tadabur, Menyentuh ayat, meresapi makna, Seperti embun menyejukkan daun kering, Firman-Mu menembus relung paling dalam. Aku muhasabah, menilik diri sendiri, Menghitung luka, menimbang dosa, Di antara gemerisik malam dan angin, Hati ini menjerit, memohon ampunan-Mu. Cahaya itu, bukan sekadar sinar, Ia gemuruh di dalam kalbu, Menyapu debu iri dan dendam, Menyirami iman yang layu dan pudar. Dalam hening, aku belajar berserah, Setiap kata suci menjadi cermin, Mengguratkan ketulusan, menenangkan resah, Menuju hati yang jernih, suci, dan terang. Tahajudku bukan sekadar bangun malam, Ia adalah perjalanan jiwa, Menuju diri yang penuh syukur, Di jalan tadabur dan muhasabah, Di bawah cahaya-Mu yang abadi.