MENYELAM DAN BERCAHAYA
Menyelam dan Bercahaya
Di tepi huruf-huruf suci,
aku berdiri,
dengan hati yang haus dan jiwa yang rindu.
Kutapaki ayat demi ayat,
seperti laut tak bertepi
yang menyimpan mutiara makna,
dan arus cinta dari langit tinggi.
Aku menyelam,
bukan hanya membaca
tapi mendengarkan denting pesan-Nya di dasar kalbu.
Setiap huruf-Nya,
menghidupkan nurani,
mengobarkan cahaya yang lama padam.
Hingga perlahan,
gelapku luluh oleh terang,
gusar sirna oleh tenang.
Aku pun mengerti:
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan,
ia adalah pelita.
Dan siapa yang terus menyelam ke dalamnya,
niscaya akan bercahaya —
bukan dari sinar dunia,
tapi dari cahaya Tuhan yang kekal abadi.
Comments
Post a Comment