PANGGILAN DARI TERTUA

 "Panggilan dari Rumah Tertua"

(Tadabbur QS. Ali Imran: 97)


Di tanah yang gersang, tapi tak pernah sepi,

Ka'bah berdiri — saksi cinta abadi.

Rumah pertama, bukan hanya bangunan batu,

Tapi simbol janji, antara hamba dan Tuhannya yang satu.


Di sana,

Jejak Ibrahim tertanam di maqam mulia,

Tanda ketaatan, bukan sekadar cerita.

Sesiapa pun datang,

Tak membawa mahkota, tak mengenakan gelar.

Semua sama,

Putih kafan di badan, hati tergetar.


“Haji adalah kewajiban,” firman-Nya terang,

Bagi yang mampu, jangan tunggu senja datang.

Sebab panggilan ini bukan sekadar suara,

Tapi sapaan cinta dari Yang Maha Kuasa.


Barang siapa berpaling —

Bukan merugikan Tuhan Yang Agung,

Tapi kehilangan bagian dalam pelukan ampun.

Sebab Dia Maha Kaya,

Tak butuh langkah kita.

Kitalah yang rindu kembali,

Pada asal mula — rumah suci.


Maka jika engkau mampu,

Berangkatlah tanpa ragu.

Bawalah niat, air mata, dan rasa takut,

Sebab haji bukan perjalanan tubuh,

Tapi pulang —

menuju Allah, dengan jiwa yang tunduk.

Comments

Popular posts from this blog

EVALUASI PERKEMBANGAN MAJOR PROJECT KORPORASI PETANI TAHUN 2020

Etika Profesi Hukum dalam Krisis Integritas