SAJAK TEMATIK: JEJAK YANG TAK PADAM

 SAJAK TEMATIK: JEJAK YANG TAK PADAM
Terinspirasi dari QS. Yasin: 12
I. Hidup Ini Dicatat
“Innaa nahnu nuhyil-mawtaa…”
“Kami yang menghidupkan orang-orang mati…”
Langkah ini bukan kebetulan,
detik ini bukan tanpa catatan.
Yang tampak kecil di bumi
bisa menjadi besar di langit.
Setiap bisik doa,
setiap cucuran keringat karena lillah,
dihitung, dicatat,
diabadikan dalam kitab yang tak bisa dipalsukan.
Maka jangan remehkan amalmu,
sebab bumi bisa lupa, tapi langit tidak.
II. Bekal Menuju Akhirat
“Wa naktubu maa qaddamuu wa aatsaarahum…”
“Kami mencatat apa yang mereka kerjakan dan jejak yang mereka tinggalkan…”
Hidup ini bukan hanya soal bertahan,
tapi soal meninggalkan cahaya,
yang menerangi jalan setelah kita tiada.
Apa jejak yang kau tinggalkan?
Apakah ilmu yang menyuburkan jiwa?
Apakah sedekah yang terus mengalir?
Ataukah rumah Allah yang kau rawat
hingga menjadi tempat cinta bertumbuh?
Bernafaslah bukan hanya untuk hari ini,
tapi untuk esok yang kekal.
Karena akhirat itu dekat,
dan amalanmu adalah perbekalanmu.
III. Masjid: Rumah Ruh dan Jejak Surga
“Wa kulla syay’in ahshaynaahu fii imaamim mubiin…”
“Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab yang nyata…”
Masjid bukan hanya tempat sujud,
ia adalah rumah kerinduan,
tempat langit dan bumi bersentuhan.
Siapa yang memakmurkan masjid
adalah yang menghidupkan jiwanya sendiri.
Karena di sana,
tangis berubah menjadi penghapus dosa,
dan kesunyian berubah menjadi taman zikir.
Memakmurkan masjid adalah
menguatkan tali ruhani dengan Tuhan.
Bukan hanya menyapu lantainya,
tapi membersihkan hatimu bersamanya.
Penutup: Seruan untuk Jiwa
Wahai jiwa yang masih hidup,
kuatkan hidupmu bukan untuk dunia yang cepat mati,
tetapi untuk akhirat yang abadi.
Dan jadikan masjid tempat kembali,
sebelum tubuhmu benar-benar dipanggil pulang.
Jejakmu akan dicatat,
semoga masjid menjadi saksi bahwa kau pernah
mencintai Allah lebih dari dirimu sendiri.
Amīn.

Comments

Popular posts from this blog

Etika Profesi Hukum dalam Krisis Integritas

EVALUASI PERKEMBANGAN MAJOR PROJECT KORPORASI PETANI TAHUN 2020

Sajak Sufi Sunda: “Leumpang Dina Kalurugan Cahaya”